Dokter Enggan Meresepkan Obat Asli Indonesia

Jakarta – Indonesia memang selalu ketinggalan. Begitu pula dalam dunia obat-obatan tradisional. Tak heran, jika tanah air kita kecolongan uji klinis buah Pace atau Mengkudu yang belum lama ini dipatenkan oleh peneliti Jepang sebagai obat penghambat pertumbuhan HIV dan antikanker. Padahal, negara Jepang tidak ditumbuhi tanaman Mengkudu. Tanaman itu hanya bisa tumbuh di negara tropis termasuk Indonesia.

“Memang sangat memprihatinkan, ternyata khasiat Mengkudu telah dipatenkan di Jepang. Bahkan hingga kini, belum satu pun hasil penelitian tanaman asli Indonesia yang dipatenkan, meskipun banyak peneliti Indonesia yang meneliti tanaman asli Indonesia yang berkhasiat sebagai obat penyakit tertentu. Saat ini baru satu penelitian yang tengah dalam proses untuk mendapatkan hak patennya, yaitu tanaman kladi tikus yang berkhasiat sebagai obat kanker,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan RI Drs Sampurno MBA, Jum’at (7/7), di Jakarta.

Sampurno mengakui, akibat ketertinggalan peneliti Indonesia dalam mempatenkan obat-obatan asli Indonesia, dokter-dokter enggan meresepkannya bersama-sama obat kimia. Padahal, obat asli Indonesia (OAI) semakin digemari, terutama sejak krisis moneter melanda tanah air. Dirjen POM memaparkan, penjualan OAI yang diproduksi industri farmasi Indonesia rata-rata justru mengalami peningkatan, sekitar 40 persen hingga 50 persen. BUMN PT (Persero) Indofarma misalnya, mencatat kenaikan penjualan OAI mencapai 100% lebih dalam dua tahun belakangan.

Obat asli Indonesia, tambah Sampurno, di masa mendatang juga akan diarahkan menjadi produk fitofarmaka yang dapat dimanfaatkan pada pelayanan kesehatan formal. Tentunya, dengan jaminan keamanan dan khasiat yang secara empirik dibuktikan dalam uji klinis. Hasil uji klinis obat asli tentunya mampu meyakinkan dokter akan khasiat OAI, sehingga mereka tak ragu untuk meresepkannya.

Karena itu, Dirjen POM ingin mempertemukan para peneliti tanaman asli Indonesia dengan kalangan industri OAI maupun farmasi, lewat seminar “Pengembangan Usaha dan Bursa Hasil Penelitian OAI” yang akan dilaksanakan pada 17 Juli mendatang, di Jakarta. Pada pertemuan itu, Sampurno mengharapkan akan terjadi transaksi di antara keduanya untuk mengembangkan tanaman asli Indonesia menjadi produk fitofarmaka.

“Transaksi itu diharapkan dapat mendorong peneliti agar giat melakukan kegiatan penelitian, sementara itu produsen bisa memperoleh produk-produk yang lebih menarik dari hasil penelitian itu, untuk dijual ke pasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat,“ tutur Sampurno.

Dirjen POM berjanji, sebagai mediator yang memfasilitasi kedua pihak tersebut, dia akan memberikan kemudahan pendaftaran untuk memperoleh nomor registrasi terhadap produk itu.

Untuk mendukung perkembangan OAI, pada seminar itu akan diresmikan pula pendirian di Cibitung. Menurut Direktur PT Indofarma Drs Gunawan Pranoto, didirikan sebagai upaya memberikan nilai tambah bagi obat asli Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini sudah hampir 20 jenis tanaman obat yang berhasil diambil ekstraknya. Sedangkan produksi ekstrak setiap tahunnya mencapai 150 ton ekstrak kering.

Informasi medis dan pengobatan herbal

Tagged with: , ,
Posted in Dokter Enggan Meresepkan Obat Asli Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Hubungi kami :
+62 85730730716
SMS/Call/WhatsApp
Hikmah hari ini:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"
"Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."
[Al-'Ankabuut: 2-3]

Blog Stats
  • 56,617 hits
Flag Counter
%d bloggers like this: